Puncak peringatan Hari Rabies Sedunia 2018 tingkat Nasional di kabupaten Minahasa

Tau ngga kalau hari ini 3 Oktober adalah hari puncak ceremonial peringatan Hari Rabies Sedunia 2018 tingkat nasional?

Ok, jadi ceritanya begini ….

Hari Rabies Sedunia yang setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 28 September itu pada tahun ini untuk tingkat nasional dirayakan di kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 3 Oktober, lebih tepatnya diselenggarakan di salah satu landmark kabupaten Minahasa yakni di benteng Moraya.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 1000 orang, yang sebagian besar adalah dari provinsi Sulawesi Utara, dari lintas Kementerian, dan dari provinsi yang lain.

Acara yang meriah ini dibuka oleh Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dan turut dihadiri juga oleh para pejabat dari Kementerian Pertanian dan Kemenko PMK, Asisten I Setda Prov Sulut, Kepala Dinas Kesehatan Daerah serta Kepala Dinas Pertanian Peternakan Daerah Prov Sulut, dan juga para bupati / wakil bupati dan walikota / wakil walikota dari beberapa kabupaten kota di Sulawesi Utara.

Beberapa kegiatan dalam acara ini diantaranya adalah deklarasi para kepala daerah kabupaten kota di Sulawesi Utara untuk mendukung percepatan bebas Rabies, vaksinasi anti Rabies bagi vaksinator hewan, vaksinasi Rabies bagi anjing, pet show, tari dan gerak, pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba, serta tidak lupa juga acara untuk para kader muda Rabies yakni adik-adik pramuka.

Berikut dokumentasi Hari Rabies Sedunia 2018 di kabupaten Minahasa.

Selamat Hari Rabies Sedunia.

#WaspadaRabies #OneHealth

 

Peningkatan Kapasitas SDM Pengendalian Zoonosis Sulut Juni 2016

Zoonosis merupakan penyakit yang bersumber dari hewan dan dapat ditularkan kepada manusia. Ada beberapa hal yang membuat zoonosis wajib diwaspadai yaitu angka kematian akibat penyakit zoonosis ini tinggi (50-100%), dapat menyerang otak dan tubuh lainnya, berdampak terhadap perekonomian, berpotensi menimbulkan wabah, dan dapat menjadi ancaman bioterorisme (contohnya antraks).
Prioritas program pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis yaitu untuk penyakit flu burung, rabies, antraks, leptospirosis, dan pes.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Pertemuan Peningkatan. SDM Program Pengendalian Zoonosis Provinsi Sulawesi Utara, yang dilaksanakan sejak tanggal 20-22 Juni 2016 di Ruang Rapat Bidang PMK Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan yang dibawakan oleh Kepala Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan dr Hendrik Tairas; disampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Utara termasuk salah satu daerah endemis rabies dan juga merupakan penyumbang terbanyak untuk angka kematian akibat rabies se-Indonesia. Berdasarkan data kasus yang terlaporkan di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, kasus gigitan tahun 2014 tercatat sebanyak 3698 kasus dengan 22 kasus kematian, sedangkan pada tahun 2015 ternyata kasus gigitan meningkat menjadi 4247 kasus dengan 28 kematian. Tahun 2016 sampai saat ini sudah terlapor sebanyak 1200 kasus gigitan dengan 9 kasus kematian pada manusia akibat rabies. Oleh karenanya, dalam pertemuan ini, peserta akan dilatih mengenai tatalaksana kasus gigitan hewan penular rabies pada manusia; dan juga akan narasumber akan membagikan wawasan terkait antraks, leptospirosis, pes, dan flu burung, serta bagaimana penanggulangan kejadian luar biasa akibat zoonosis. Kepala Dinas berpesan agar melalui pertemuan ini, dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang bahaya penyakit zoonosis, meningkatkan kewaspadaan serta menjalin koordinasi lintas program maupun lintas sektor untuk bisa membangun kerjasama yang solid dan berkelanjutan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis.

Peserta pada pertemuan ini sejumlah 30 orang yang berasal dari Kabupaten Bolmut, Kabupaten Mitra, dan Kabupaten Sitaro, masing-masing kabupaten 10 orang, yakni Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan Pengelola Program yang bertanggung jawab dalam pengendalian Zoonosis, Kepala Seksi Surveilans, dan Kepala Bidang/Seksi Promkes dari Dinas Kesehatan, serta 1 orang dari Dinas Peternakan.
Sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Bina PMK Dinkes Prov Sulut (Kebijakan P2P Zoonosis), Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Prov Sulut (P2P Rabies), dr Steaven Dandel MPH (Manajemen KLB Zoonosis dengan contoh kasus Flu Burung), dr Efata Polii SpPD (P2P Antraks dan Pes), dr Janno Bernadus MBioMed (P2P Leptospirosis), ibu Grace Sela Distanak Prov Sulut (Upaya Distanak dalam Pengendalian Rabies, Antraks, dan Flu Burung di Sulut), bpk Agustinus Langitan (Fungsi Komda Zoonosis), dan ibu Yenni Palit Bappeda (Perencanaan Zoonosis).

Rapat Komda Zoonosis April 2016

Sudah ada 7 kematian pada manusia karena Rabies selang bulan Januari – April 2016.
Untuk yang punya anjing, harap vaksinasi anjingnya. Pengendalian Rabies pada manusia akan berjalan optimal jika diawali dengan pengendalian Rabies yang baik pada hewan penular Rabies.
Topik rapat adalah revisi SK Komda dan persiapan akselerasi Perda Rabies oleh Komda yang baru.
@ Rapat Komda Zoonosis Sulawesi Utara